Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao
Pada perkebunan kakao rakyat, daun pangkasan tanaman dan kulit buah kakao (cangkang/pod) serta hijauan tanaman pelindung/naungan yaitu gamal (Gliricidia sepium) dan lamtoro (Leucaena leucocephala) dapat dimamfaatkan sebagai pakan ternak kambing. Kulit buah kakao selalu tersedia sepanjang tahun. Sementara itu dengan interval dan cara peamangkasan yang benar diperolehdaun-daun hpangkasan tanamanpelindung. Kandungan gizi kulit buah kakao terutama kandungan protein kasar yaitu 8,5 %.
Beberapa penyakit yang pernah dijumpai menyerang tanaman kakao di Lampung adalah busuk buah (Phytopthora palmivora Bult.), penyakit antraknosa (Colletotricum gleosporoides Penz. Sacc.), vascular streak dieback (Oncobasidium theobromae Talbot & Keane), jamur upas (Corticium salmonicolor), dan penyakit jamur akar (Ganoderma pseudoferreum Walker.). Semua jenis penyakit ini mampu menggagalkan panen jika tidak dikendalikan dengan tepat.
Pemanfaatan Onggok Fermentasi untuk Pakan Ternak
Produksi tahu, tempe, tapioca, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.
Salah satunya ampas yang tidak terpakai adalah onggok. Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31 % dan abu 4,4%.
Kulit Buah Manggis Sebagai Alternatif Bahan Pewarna
Filed under: Agro TechnoPark, Creativity, Ekonomi, Lingkungan, Menulis, Tek. Pengelolaan Limbah
Buah bernama Latin Garcinia mangostana L. ini termasuk famili Guttiferae dan merupakan spesies terbaik dari genus Garcinia. Manggis termasuk buah eksotik yang sangat digemari oleh konsumen, baik di dalam maupun luar negeri, karena rasanya yang lezat, bentuk buah yang indah, dan tekstur daging buah yang putih halus. Tidak jarang jika manggis mendapat julukan Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik).
Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, antara lain Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti Manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).
Limbah Kulit Kacang sebagai Energi Briket
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman polong-polongan atau legum kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. Republik Rakyat Cina dan India merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia. Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10% pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau.
Limbah Cangkang Udang Menjadi Kitosan
Data tahun 2001, potensi udang nasional mencapai 633.681 ton. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap, maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785.025 ton. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor, 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510.266 ton.
Waste To Product Eceng Gondok Jadi Kerajinan Tangan
Filed under: Ekologi Industri, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Waste to product adalah suatu upaya untuk menjadikan limbah yang nilai gunanya kurang atau tidak ada menjadi bahan baku untuk sesuatu produk baru. Dalam upaya ini perlu dipertimbangkan beberapa hal yaitu :
1. Proses Waste To Product
2. Energi dalam proses
3. Biaya dalam proses
4. Eko-efisien
Harus didapat sesuatu yang menguntungkan atau nilai tambah yang didapat dari proses ini, jika tidak berarti energy atau biaya yang dikaluarkan menjadi sia-sia.
Eceng gondok yang pada umumnya yang kita ketahui adalah sesuatu yang tidak berguna atau bahkan mengganggu. Perkembangan eceng gondok yang pesat di suatu sungai akan menggenggu aktifitas di sungai tersebut dan juga dapat menghambat aliran air sungai. Bahkan, eceng gondok dapat merusak pada system pembengkit listrik tenaga air yang berada pada sungai yang banyak eceng gondoknya.
Membuat beras BerSeka Dg Pupuk ORGANIK & Gramafix Padi
Filed under: Ekologi Industri, Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Penggunaan Pupuk Organik
Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok Sebagai Karya Kerajinan Tangan
Filed under: Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Perkembangan tumbuhan air enceng gondok di perairan sungai, danau, hingga ke perairan payau sangat pesat akhir-akhir ini. Sekilas tanaman enceng gondok tidak berguna. Bagi masyarakat di sekitar pinggiran sungai, enceng gondok adalah tanaman parasit yang hanya mengotori sungai dan dapat menyebabkan sungai menjadi tersumbat atau meluap karena enceng gondok terlalu banyak. Begitu pula bagi para masyakat disekitar pinggiran danau yang menganggap enceng gondok yang banyak didanau adalah penggau yang menghalangi aktivitas mereka di danau tersebut.
Daur Ulang Limbah Plastik
Filed under: Lingkungan, Tek. Pengelolaan Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

























