Siapa bilang kalo urang Sunda ga bisa ngomong “F”
Luar biasa… gambar ini saya dapat dari milis groupyang isinya:
Subject: RE: [SI86 ITB] Fw: [PS-IA-ITB] Fw: Siapa bilang kalo urang Sunda ga bisa ngomong “F”
To: “alumni si86itb” <xxxxxxx@yahoogroups.com>
Date: Sunday, November 16, 2008, 1:08 PM
Funten sadayana, bade naroskeun ieu…
Lamun Pina Panduwinata eta, kumaha nuliskeun “P”na? Fake Panta atawa fake Pitamin? Sakali deui, funten …. Nuhun fisan…
-Eep Saepudin, mantan Katua PORKOT-
Kreatif, saya tidak tahu darimana sumber gambar tersebut. Tapi memang unik orang sunda itu, banyak orang mentertawakan jika orang sunda berbicara bahasa Indonesia dengan kata yang mengandung “hurup” “F” biasanya selalu saja salah. “F” dieja “ep” dan huruf “P” dieja “fe”.
Saya juga kadang terbalik menyebutkannya, karena sehari-hari biasa berbahasa sunda. Tapi keunikan itu menjadi sebuah ciri khas yang tidak bisa dihilangkan. Pernah saya berbicara dan bertukar pikiran dengan sesepuh sunda yang mengenal bahasa sunda dengan baik. Saya tanyakan mengapa umumnya orang sunda terkukar mengucapkan “P” dan “F”. Jawabannya, orang sunda memiliki lidah yang terbiasa dengan pengucapan berulang. Misalnya, bahasa Indonesia “Kemana” dalam bahasa sunda “Kamarana” artinya sama saja. Juga dengan nama orang sunda biasa mengandung makna yang berulang. Misalnya, “Iding Suriding”, “Nana Sumarna”, “Ati Sumiati”, dan masih banyak lagi. Untung belum ada “Boy Suroboy”, tetapi lihat dari setiap huruf jika didalammnya ada unsur huruf “i” pada kata selanjutnya diulang unsur “i”nya. Kesimpulannya tetap di ulang atau “redandency”
Sifat itu juga bisa mengandung arti dan sifat sebuat benda atau kondisi. Misalnya, huruf “O” biasanya bermakna untuk benda yang bentuknya bulat dan besar. Seperti kata “Goong” artinya sebuah alat musik yang besar dan bentuknya bulat, bulat dan besar. Huruf “i” mengartikan benda yang sifatnya kecil, misalnya kata “alit” artinya kecil, “saeutik” artinya sedikit. Huruf “e” biasanya mengartikan datar, misalnya kata “lepek” artinya rata.
Posting saya ini cuma sebagai wawasan saja, tidak maksud untuk melecehkan urang sunda. Da pun biang oge ti sunda. Lahir dina bumi pasundan. Ger, si kabayan mawa cau, keur sabaraya hayu tuang cau…..
Teu nyambung jreng….!!!
Wassalam…
Comments
7 Comments on Siapa bilang kalo urang Sunda ga bisa ngomong “F”
-
Ning Cute on
Mon, 17th Nov 2008 01:56
-
Arief Maulana on
Mon, 17th Nov 2008 10:26
-
Buddy Nugraha on
Mon, 17th Nov 2008 13:18
-
cepi dea on
Mon, 17th Nov 2008 20:16
-
agung jatnika on
Wed, 19th Nov 2008 10:43
-
agung jatnika on
Wed, 19th Nov 2008 10:44
-
abang on
Tue, 2nd Dec 2008 01:40
Hm.. Tulisannya walaupun singkat tapi cukup menarik. Saya termasuk salah satu yang suka salah mengucapkannya dan kadang menjadi tidak Pe-de, karena suka “diluruskan” langsung oleh yang mendengarnya, terlebih apabila di forum terbuka. Tapi gimana lagi, logat abdi sunda pisan. Mudah-mudahan walau pengucapan f dan p suka terbalik tetapi dipahami artinya.
Untuk orang-orang Sunda PD aja lagi. Orang bali aja yang huruf ” t ” nya terdengar aneh tetep bangga dan cuek aja.
Ah dasar… Fropessor……..
aduh itu fitnah gitu..
emang orang sunda mah rek salah ge tetep asik..
Fokona mah..
Teu Faduli..
Batur nyarios naon ge..
he he ..Piss ach..
saya juga punya temen, namanya…Udin Syarifudi M.
Lho M nya apa? Mahfudin!!!
hehehhe…fis ah…
saya juga punya temen, namanya…Udin Syarifudin M.
Lho M nya apa? Mahfudin!!!
hehehhe…fis ah…
Berarti Hannah Montana sunda oge atuh?
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

























