Limbah Plastik
Seperti kita ketahui bahwa pemakaian plastik tidak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Karena begitu banyaknya konsumsi terhadap plastik maka sampah dari plastik pun menjadi komponen ketiga terbanyak setelah sampah organik dan kertas. Plastik tidak bisa diuraikan oleh panas matahari, curah hujan maupun mikroba. Untuk itulah banyak LSM yang bergerak dalam masalah lingkungan menjadikan plastik sebagai prioritas utama.
Adapun contoh dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh plastik yaitu banjir. Karena plastik bisa mengapung di air sehingga menyebabkan plastik dapat menyumbat saluran-saluran air yang dapat menyebabkan banjir. Selain bisa menyebabkan penyumbatan, plastik yang dibuang ke saluran air pun bisa hanyut sahingga akhirnya bisa sampai ke pantai.
Plastik yang sampai ke pantai bisa merusak ekosistem dari pantai atau apabila pantai tersebut merupakan objek wisata maka akan merusak keindahan dari pantai tersebut. Seperti pantai wisata di Bali, sampah plastik tidak hanya berserakan dipantai akan tetapi juga bertebaran di daerah perairannya yang biasa dipakai untuk olahraga. Tentu saja hal ini bisa mengganggu kegiatan olahraga dipantai tersebut, seperti menyelam, surfing dan kegiatan olahraga lainnya. Selain menggangu kegiatan wisata, sampah plastik juga bisa menyebabkan hewan yang hidup dipantai tersebut terjerat sehingga menyebabkan hewan itu cedera atau mati.
Di negara berkembang seperti China sedang gencar melakukan kampanye white pollution yaitu kampanye melawan polusi limbah plastik. Salah satu kegiatan yang dilakukannya mulai Juni 2008 yaitu seluruh Departement Store dan took-toko di China dilarang untuk memberikan kantong plastik gratis kepada konsumen, sebagai gantinya konsumen dianjurkan untuk menggunakan karung kain atau keranjang. Selain China negara lain yang melarang penggunaan plastik yaitu Australia.
Untuk mennyelesaikan permasalahn plastik ini perlu dukungan semua pihak. Menurut Sri Bebassari, Ketua Umum Asosiasi Persampahan Indonesia, mengatakan kepada Kompas pada kamis 27/3, untuk menyelesaikan maslah sampah ini ada lima aspek yang harus dilaksankan yaitu :
1. Payung hukum.
Yaitu dengan menetapkan UU yang mengatur khusus soal penanganan sampah.
2. Kelembagaan.
Untuk menanggulangi sampah ini tidak hanya melibatkan satu lembaga atau kementrian saja.
3. Pendanaan, alokasi dan pengelolaan sampah harus ada dari APBN/APBD.
4. Peran serta produsen atas sisa-sisa produksi yang tidak terpakai knsumen.
5. Teknologi, dalam pengolahan sampah teknologi yang digunakan haruslah tidak menimbulkan polusi.
Sebenarnya masalah plastik ini harus lebih dititikberatkan kepada cara pemanfaatanya. Misalnya dengan menerapkan 3R yaitu :
1. Reduce
Yaitu dengan mengurangi penggunaan atau tidak menggunakan plastik secara berlebihan. Contohnya untuk membungkus makanan bisa dengan menggunakan bahan yang mudah terurai.
2. Reuse
Menggunakan kembali. Contoh dari Reuse ini yaitu dengan tidak langsung membuang plastik belanjaan tapi menggunakan kembali plastik belanjaan tersebut.
3. Recycle
Mendaur ulang sampah plastik menjadi barang bisa digunakan kembali. Contohnya yaitu mengolah botol plastik menjadi produk plastik lainnya seperti ember atau mainan anak-anak.
Khusus untuk Recycle sudah banyak contoh dimana limbah plastik diolah kembali menjadi barang-barang yang bernilai. Seperti contoh Ibu Iyom Rochaeni di Bandung. Beliau mengolah kantong plastik atau kresek, kemasan minuman instant, kemasan detergent, pewangi pakaian dan sedotan menjadi tas belanja. atau masyarakat Bandekan yang mengolah sampah plastik menjadi tas, palapis sandal, dan perabot lainnya.
Ada contoh unik lainnya untuk masalah recycle sampah ini, yaitu dimana muncul istilah Recycle Fashion. Istilah tersebut merupakan sebutan bagi karya-karya mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) ketika mengikuti ajang Sompoerna Hijau Kotaku Hijau, di Lapangan Tegalega, Bandung pada tanggal 2-3 Agustus 2008. Karya-karya yang dibuat oleh mahasiswa STSI tersebut adalah pakaian yang terbuat dari material barang bekas seperti bola plastik, tali sepatu, ban bekas motor, compact disc, dll. Tentu saja pakaian yang dibuat, tidak hanya asal buat tapi pakaian yang layak dan juga nyaman bagi pemakainya.
Comments
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

























